-->

Selasa, 29 April 2014

Suatu Analisa Mengenai Sumber Kekuatan Komunis dan Persoalan Negara dalam Pemikiran Komunis




1.1    LATAR BELAKANG MASALAH
Komunisme adalah sebuah ideologi. Penganut paham ini berasal dari Manifest der Kommunistischen yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels, sebuah manifesto politik yang pertama kali diterbitkan pada 21 Februari 1848.
Komunisme lahir sebagai reaksi terhadap kapitalisme di abad ke-19, yang mana mereka itu mementingkan individu pemilik dan mengesampingkan buruh. Istilah komunisme sering dicampuradukkan dengan Marxisme. Komunisme adalah ideologi yang digunakan partai komunis di seluruh dunia. Racikan ideologi ini berasal dari pemikiran Lenin sehingga dapat pula disebut "Marxisme-Leninisme". Komunisme sebagai ideologi mulai diterapkan saat meletusnya Revolusi Bolshevik di Rusia tanggal 7 November 1917. Sejak saat itu komunisme diterapkan sebagai sebuah ideologi dan disebarluaskan ke negara lain.
Istilah komunisme sering dicampur adukkan dengan komunis internasional. Komunisme atau Marxisme adalah ideologi dasar yang umumnya digunakan oleh partai komunis di seluruh dunia. sedangkan komunis internasional merupakan racikan ideologi ini berasal dari pemikiran Lenin sehingga dapat pula disebut "Marxisme-Leninisme".
Komunisme ideologi yang dianut oleh sepertiga penduduk dunia ini, kini dicap sebagai ideologi berdarah, brutal, pembantai, pembunuh, pemerkosa, dan juragan despotisme oleh para lawan politiknya, khususnya dari sekutu Barat, Amerika Serikat. Sebenarnya komunisme adalah ideologi yang “baik”, dalam artian, dilihat dari visi dan misnya, komunisme pada dasarnya ingin menciptakan tatanan dunia tanpa penindasan oleh kelas ekonomi borjuis yang terdiri dari orang-orang kaya, birokrat, dan pemilik modal terhadap kelas ekonomi proletar yang terdiri dari orang-orang miskin, seperti buruh, petani, dan kaum pekerja tak bermodal.
Ideologi komunis atau komunisme merupakan perlawanan besar pertama dalam abad ke-20 terhadap sistem ekomomi yang kapitalalis dan liberal. Komunisme adalah sebuah paham yang menekankan kepemilikan bersama atas alat-alat produksi (tanah, tenaga kerja, modal) yang bertujuan untuk tercapainya masyarakat yang makmur, masyarakat komunis tanpa kelas dan semua orang sama. Komunisme ditandai dengan prinsip sama rata sama rasa dalam bidang ekomomi dan sekularisme yang radikal tatkala agama digantikan dengan ideologi komunis yang bersifat doktriner. Jadi, menurut ideologi komunis, kepentingan-kepentingan individu tunduk kepada kehendak partai, negara dan bangsa (kolektivisme).
Komunisme merupakan ideologi yang menghendaki penghapusan pranata kaum kapitalis serta berkeinginan membentuk masryarakat kolektif agar tanah dan modal (faktor produksi) dimiliki secara sosial dan pertentangan kelas serta sifat kekuatan menindas dari negara tidak berlangsung lagi. Dalam setiap upaya-upaya untuk menanamkan ideologinya itu, Paham komunis berusaha mengambil jalan pintas yakni dengan jalan revolusi dengan metode kekerasan. Hal inilah yang menyebabkan antipati masyarakat dunia terhadap paham ini. Kalau kita membuka lembaran sejarah berikutnya, Afganistan yang pernah berada di bawah jajahan Unisoviet mengalami tragedi kemanusiaan yang panjang akibat cara-cara kekerasan yang dilakukan Penganut paham komunis tersebut.

2.1 PENGERTIAN KOMUNISME
      Penganut paham ini berasal dari Manifest der Kommunistischen yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels, sebuah manifesto politik yang pertama kali diterbitkan pada 21 Februari 1848. Komunisme pada awal kelahiran adalah sebuah koreksi terhadap paham kapitalisme di awal abad ke-19, dalam suasana yang menganggap bahwa kaum buruh dan pekerja tani hanyalah bagian dari produksi dan yang lebih mementingkan kesejahteraan ekonomi. Akan tetapi, dalam perkembangan selanjutnya, muncul beberapa faksi internal dalam komunisme antara penganut komunis teori dan komunis revolusioner yang masing-masing mempunyai teori dan cara perjuangan yang berbeda dalam pencapaian masyarakat sosialis untuk menuju dengan apa yang disebutnya sebagai masyarakat utopia.
Dalam komunisme perubahan sosial harus dimulai dari pengambil alihan alat-alat produksi melalui peran Partai Komunis. Logika secara ringkasnya, perubahan sosial dimulai dari buruh atau yang lebih dikenal dengan proletar, namun pengorganisasian Buruh hanya dapat berhasil dengan melalui perjuangan partai. Partai membutuhkan peran Politbiro sebagai think-tank. Dapat diringkas perubahan sosial hanya bisa berhasil jika dicetuskan oleh Politbiro.
Komunisme sebagai anti-kapitalisme menggunakan sistem partai komunis sebagai alat pengambil alihan kekuasaan dan sangat menentang kepemilikan akumulasi modal pada individu. pada prinsipnya semua adalah direpresentasikan sebagai milik rakyat dan oleh karena itu, seluruh alat-alat produksi harus dikuasai oleh negara guna kemakmuran rakyat secara merata, Komunisme memperkenalkan penggunaan sistem demokrasi keterwakilan yang dilakukan oleh elit-elit partai komunis oleh karena itu sangat membatasi langsung demokrasi pada rakyat yang bukan merupakan anggota partai komunis karenanya dalam paham komunisme tidak dikenal hak perorangan sebagaimana terdapat pada paham liberalisme.
Secara umum komunisme berlandasan pada teori Materialisme Dialektika dan Materialisme Historis oleh karenanya tidak bersandarkan pada kepercayaan mitos, takhayul dan agama dengan demikian tidak ada pemberian doktrin pada rakyatnya, dengan prinsip bahwa "agama dianggap candu" yang membuat orang berangan-angan yang membatasi rakyatnya dari pemikiran ideologi lain karena dianggap tidak rasional serta keluar dari hal yang nyata (kebenaran materi).

2.2 MEMAHAMI AJARAN KOMUNISME
Memahami ajaran (ideologi) komunisme perlu juga memahami bagaimana ajaran ini lahir dan dikembangkan. Karenanya, kita perlu mengkaji sumber ajaran filsafat yang sesungguhnya cukup benar dan sesuai dengan kodrat martabat manusia; kemudian diubah (baca: dijiplak dan diturunkan).

A.  AJARAN FILSAFAT HEGEL (IDEALISME MURNI)
Sejarah mencatat bahwa Hegel (George Wilhelm Friederich Hegel 1770 – 1831) adalah seorang filosof besar yang mengajarkan aliran filsafat idealisme murni. Ajaran Hegel dianggap sangat fundamental karena nilai-nilai Ketuhanan (theisme) dan peletak ajaran/teori evolusi alam dan nilai-nilai universal.
Hegel diakui sebagai filosof besar yang ajarannya kemudian dikembangkan oleh pengikutnya, sehingga ada yang menamakannya sebagai Hegelian dan Neo-Hegelian. Ajarannya menjangkau berbagai bidang filsafat; mulai filsafat alamiah, sejarah (evolusi peradaban), sampai filsafat hukum dengan ajaran teori kedaulatan Tuhan (theokratisme) yang kemudian menjadi teori kedaulatan negara; yang dikembangkan oleh marxisme-komunisme menjadi teori etatisme (serba negara, pemujaan kepada negara).
1.        Teori Dialektika
Hegel tokoh filsafat idealisme-murni ini mengajarkan bahwa alam semesta dan budaya/peradaban umat manusia berkembang berdasarkan proses dialektika. Makna dan proses dialektika menurut Hegel, terutama:
bahwa setiap adanya sesuatu, termasuk ide atau pemikiran, senantiasa akan melahirkan ide yang bertentangan dengannya. Tiap ide, dinamakan thesis; dan tiap thesis berhadapan dengan lawannya, yakni antithesis.
Proses dialektika atau pertentangan demikian melahirkan sinthesis; yang bersifat lebih komprehensif dan mengandung validitas kebenaran yang lebih tinggi dibandingkan thesis maupun antithesis.
Sinthesis itu, kemudian berkedudukan sebagai thesis baru yang melahirkan antithesis baru. Demikian berlanjut dalam dinamika hukum alam semesta dan budaya/peradaban. Artinya, budaya dan peradaban lahir dan terbentuk oleh proses dialektika ini. Jadi, seluruh alam termasuk ide, budaya dan peradaban terbentuk dan berkembang dalam proses dialektika. Tegasnya, tanpa dialektika tidak ada perkembangan budaya dan peradaban.
2.        Teori Theokratisme
Ajaran theokratisme berpusat pada teori negara dan kedaulatan negara. Hegel mengakui negara sebagai pelembagaan aspirasi nasional yang terikat dengan hukum dialektika. Hegel menyatakan: negara adalah perwujudan karsa dan kekuasaan (kedaulatan) Tuhan. Karenanya, teori Hegel tentang negara ialah berdasarkan asas theokratisme. Maknanya, negara dan kedaulatan dalam negara diamanatkan oleh Tuhan untuk ditegakkan oleh kepala negara atas nama Tuhan. Karena itu pula, teori negara menurut Hegel ialah teori kedaulatan Tuhan (theokratisme).
 Negara memiliki kedaulatan sebagai amanat Tuhan; karenanya diakui sebagai kedaulatan Tuhan (theokratisme). Sebagai penegak kedaulatan Tuhan di dalam negara, diwakilkan dan dipercayakan kepada kepala negara ---karenanya kepala negara memiliki otoritas mutlak atas nama Tuhan---. Kemudian teori kedaulatan Tuhan yang dalam praktek kenegaraan ditegakkan dan dilaksanakan oleh Kepala Negara atas nama Tuhan. Terbentuklah sistem diktatur atau otoriter (authoritarianisme, totaliter) yang memimpin dan menguasai pemerintahan negara atas nama kedaulatan Tuhan (atas nam Tuhan). Terbentuklah teori kedaulatan negara (etatisme); pemujaan kepada negara yang dalam praktek memuja Kepala Negara ---yaitu ketua sentral komite (CC) partai komunis, sebagai partai tunggal dalam negara (baca: partai negara). Berdasarkan ajaran dan teori Hegel ini, manusia mengemban amanat (moral) Ketuhanan, sehingga masyarakat dan negara termasuk penegakan HAM berdasarkan asas moral dan nilai Ketuhanan.

B.  AJARAN KARL MAX
Karl Marx adalah tokoh sosialis revolusioner, ahli teori sosial dan ekonomi. Marx belajar filsafat kepada filosof terkemuka, yakni Hegel.
Ajaran Karl Marx tidak diakui sebagai ajaran filsafat; hanya sebagai ajaran ideologi dogmatis. Dinamakan demikian karena cukup alasan untuk menganggap ajarannya irrasional, bahkan bertentangan dengan realitas semesta dan akal sehat manusia. Ideologi marxisme bersifat dogmatis-doktriner: bahwa alam semesta termasuk manusia adalah materi dalam ikatan hukum alam. Marx menganggap realitas kehidupan sosial budaya (umat manusia dan di dalam negara) sebagai wujud dialektika, yakni bagian dari dialektika historis materialisme. Artinya, hidup ditentukan adanya materi (ekonomi) sebagai kebutuhan dasar kehidupan manusia. Jadi, kehidupan manusia ditentukan dan bergantung kepada komuditas ekonomi yang sesungguhnya berwujud materi.
Teori dialektika Hegel yang lebih bersifat ide (pemikiran) sebagai konsepsi dasar pengembangan budaya dan peradaban, sebagai proses perkembangan nilai-nilai yang berpuncak kepada nilai Yang Maha Sempurna, ialah Tuhan Yang Maha Esa. Karenanya, teori Hegel bersifat theisme (theokratisme, religious). Oleh Karl Marx, teori dialektika ini dijadikan sebagai dialektika historis materialisme; bermakna bahwa seluruh wujud kehidupan umat manusia, termasuk makhluk lainnya hanya akan hidup berkat tersedianya materi, seperti: tanah, air, dan makanan. Karenanya, terkenal teori hukum alam: bahwa hidup adalah perjuangan; dan hanya yang paling unggul yang mampu bertahan hidup (life is struggle; survival of the fittest).
Teori dialektika Hegel dipraktekkan oleh Karl Marx sebagai asas dan pola: pertentangan kelas (dialektika). Teori ini berkembang, bahwa dalam masyarakat ada kelas penguasa dan penindas rakyat (proletar). Kelas penguasa ini identik dengan kaum kapitalis, kaum penjajah sekalipun komunisme juga membentuk pemerintahan diktator, otoriter yang dikendalikan partai negara, partai komunis dalam negara itu. Dengan strategi partai menguasai negara melalui revolusi, rakyat di dalam negara dibedakan: pendukung revolusi ( revolusioner, kaum komunis dan kader-kadernya); berhadapan dengan kaum penentang revolusi ( kontra-revolusi, reaksioner); mereka harus dimusnahkan!
Siapakah yang akan mereka musnahkan? Terutama, kaum feodal, ningrat, kaum modal (kapitalis), umat penganut agama yang berKetuhanan (theisme) yang dianggapnya menentang atheisme! Karenanya, telah terjadi proses revolusi dan penumpasan kaum atau rakyat non-komunis, bahkan juga terjadi pengikisan nilai-nilai budaya dan agama yang dianggap bertentangan dengan paham atau ajaran marxisme-komunisme-atheisme. Bila kondisi itu terjadi, negara dan masyarakat menjadi medan atau kancah revolusi, anarchisme yang bermuara sebagai tragedi nasional, tragedi peradaban dan tragedi moral kemanusiaan!
Teori dialektika ini diaplikasikan oleh Karl Marx dalam kehidupan sosial politik manusia; terutama dalam merebut dan menguasai sumber daya alam (komuditas ekonomi sebagai prasyarat kehidupan). Perebutan antar kekuatan sosial ialah berwujud polarisasi antar kekuatan yang saling berhadapan untuk menguasai sumber daya alam demi kehidupan. Analog dengan dinamika itu, dalam sosial politik manusia berjuang memperebutkan materi (benda ekonomi, komuditas) yang menjamin hidupnya, maka dalam sosial politik manusia memperebutkan posisi dan kekuasaan. Kekuasaan dalam makna kehidupan nasional dan kenegaraan ialah kemerdekaan, kedaulatan atau politik. Semua potensi yang memperebutkan kekuasaan (politik) berhadapan sebagai lawan antar mereka. Terbentuklah polarisasi: kawan dan lawan.
Materi demi kehidupan meliputi lahan (land) untuk mukim dan pertanian sebagai modal dasar kehidupan (ingat: PKI selalu memprioritaskan politik land reform/pembagian hak pemilikan lahan untuk petani dan rakyat; tidak boleh ada tuan tanah, kaum feodal). Materi untuk kehidupan berikutnya ialah tenaga kerja, yakni manusia (rakyat) yang mengolah lahan untuk produktivitas yang dibutuhkan kehidupan. Hanya berkat kerja, manusia mampu berproduksi demi kehidupan.
Dalam budaya dan sistem politik feodalisme dan kapitalisme, kaum buruh hanya diperalat (ditindas) oleh kaum kapitalis (kaum modal, kaum ningrat) sehingga mereka makin miskin; karena hasil kerja mereka dinikmati oleh kaum kapitalis (pemilik modal). Jadi, buruh yang memeras tenaga dan keringatnya, mengolah komuditas menjadi benda-benda ekonomi hanya menguntungkan kaum kapitalis!
Karena itulah Karl Marx menganjurkan: “Hai kaum buruh sedunia, bersatulah! Rebutlah hak kamu yang dirampas oleh kaum kapitalis. Kalian tidak akan kehilangan apa-apa; kecuali belenggu yang mengikat kebebasanmu dan kemiskinanmu!” Ajaran Marx ini terkenal sebagai teori nilai lebih (the theory of surplus values). Maknanya, benda alamiah (materi, seperti tanah atau kayu) diolah kaum buruh menjadi pertanian atau industri mebel. Kemudian sebagai komuditas laku dijual dengan harga berlipat ganda. Laba penjualan yang dirampas/dikuasai pemilik modal.
Dalam buku ini Marx mengajarkan asas ekonomi komunisme: “...material condition of life” and specifically” the mode of production of the material means of exsistence” determine much else in human consciousness of society.” Dalam karya-karyanya Marx mengajarkan bahwa kapitalisme adalah musuh rakyat dan lawan dari komunisme dan sosialisme. Untuk menaklukkan mereka, rakyat (buruh dan proletar) bersatu melalui revolusi. (Edwards 1972 vol. 5 – 6: 171 – 176).
Dilengkapi dengan beberapa karya lain, Karl Marx menulis juga bersama mitranya Frederich Engels (1820 - 1895) sebagai propaganda dan pengkaderan kaum komunis yang bertujuan menggerakkan revolusi untuk merebut kekuasaan di dalam negara yang dianggapnya feodal, kapitalis dan theokratis. 
Engels adalah sahabat Karl Marx; bahkan dalam berbagai karya mereka selalu dipikirkan bersama. Terutama: The Communist Manifesto (1848). Karl Marx terkenal dengan karyanya Das Kapital (1876) sebagai ajaran dasar komunisme. Kemudian, oleh Engels dikembangkan dan diterbitkan Das Kapital (volume 2 dan 3) 1885 dan 1894 sebagai bukti kesetiaannya melanjutkan pemikiran Karl Marx. 
Asas teori dialektika diadopsi oleh Marx, sebagai dialektika-historis-materialisme. Artinya, seluruh perkembangan alam, makhluk hidup termasuk manusia ialah proses dialektika-historis-materialisme. Tiada satu makhlukpun akan dapat bertahan hidup tanpa tersedianya prakondisi hidupnya; berupa: benda-benda yang menjamin hidup yakni dalam teori sosial ekonomi ialah benda-benda ekonomi.
Jadi, semua makhluk hidup dapat bertahan dan berkembang apabila mereka menang dan menguasai materi (materialisme) berupa benda-benda ekonomi. Mereka tertindas oleh penguasa materi itu; sehingga lemah dan mati. Inilah hukum alam (sebab – akibat) yang aktual. Teori dialektika Hegel, diubah menjadi teori dialektika-historis-materialisme; sepenuhnya sebagai teori kebendaan (benda-benda ekonomi yang menentukan hidup mati makhluk hidup). Marx mengajarkan, manusia tidak boleh menyerah kepada alam dengan menyatakan semua telah ditakdirkan oleh Tuhan.
Marx mengajarkan, nasib manusia sepenuhnya di tangannya sendiri; bukan dari Tuhan. Hanya manusia yang lemah yang menyerahkan nasibnya kepada belas kasihan Tuhan (Yang Maha Pengasih). Mereka yang lemah inilah yang menciptakan Tuhan, sebagai pelarian dan impian dari penindasan, penistaan dan penderitaan.
Karenanya, terkenal doktrin Karl Marx tentang moral dan agama:
·   Agama adalah candu bagi rakyat (religions is an opium for the people).
· Bukan Tuhan yang menciptakan manusia; melainkan manusia (yang lemah) yang  menciptakan Tuhan maksudnya sebagai pelarian dan impian masuk surga.

Marx mengajarkan pula, dalam teori sosial ekonomi bahwa mereka yang menguasai materi benda-benda ekonomi itu ialah kaum yang menguasai modal sebagai kekayaan dan kekuatan. Marx menyebut mereka sebagai kaum kapitalisme ( kaum yang menguasai modal untuk hidup. Modal terutama berwujud: tanah dan uang). Kaum modal makin berkembang sebagai kaum kapitalis berkat tenaga kerja (buruh). Buruh ini dengan karyanya mampu menghasilkan nilai tambah; dari benda-benda modal (tanah dan komuditas ekonomi) diolah kaum buruh menjadi benda-benda ekonomi yang menghasilkan nilai tambah (surplus value theory).
Dengan upah buruh yang rendah, harga meubel dijual dengan harga yang cukup tinggi. Kapitalis mendapat laba yang berlipat ganda, bertambah kaya. Marx menyatakan kaum kapitalis adalah penghisap dan penindas kaum buruh. Kapitalis makin kaya berkat tenaga kerja atau buruh yang murah. Proses demikian berlangsung sebagai budaya ekonomi kapitalisme-liberalisme. Karena itulah, Marx mengeluarkan doktrin: “Hai kaum buruh sedunia, bersatulah untuk merebut hak dan kekayaanmu yang dirampas (karena diperas, dihisap) oleh kapitalis! Kaum buruh tidak akan kehilangan apapun dalam perebutan itu; kecuali kamu akan mendapatkan hak kamu dan kehilangan penderitaan dan kemiskinanmu!
Doktrin ini meningkat  menjadi doktrin revolusioner. Artinya, Marx menyatakan perang pada kaum kapitalis, feodal yang menindas dan menghisap kaum buruh khususnya dan rakyat miskin pada umumnya. Rakyat miskin ini dinamakan kaum proletar. Karena itu, Marx itu memprovokasi dengan doktrin berikut: “Hai rakyat dan proletar sedunia yang tertindas. Kalian harus merebut hak yang dirampas oleh kaum kapitalis (feodal dan penguasa) dengan revolusi. Kalian tidak akan kehilangan apapun, kecuali rantai belenggu kemiskinan dan penindasanmu.
Jadi, Karl Marx adalah pejuang yang mengomandokan doktrin revolusioner; yang sekarang dianut oleh kaum komunis (marxisme-komunisme-atheisme). Sesungguhnya di Rusia berkembang paham sosialisme untuk perubahan nasib rakyat Rusia, dengan dipelopori oleh revolusi kaum sosialis Mensheviks; kemudian terjadi perebutan kekuasaan oleh kaum komunis revolusioner (Bolsheviks) yang dipimpin Lenin. Terjadilah perang saudara sebagai dilukiskan oleh pujangga Boris Pasternak dalam novelnya yang terkenal Dr. Zhivago yang mendapat nobel sastra 1960. Nampak sejarah revolusi komunis di Rusia seperti revolusi Indonesia 17 Agustus 1945 yang dicoba untuk direbut dan dijadikan negara komunis oleh pemberontakan PKI Madiun 18 September 1945.
Kemudian dunia mencatat sejarah revolusi di Rusia 17 Oktober 1917 dengan menumbangkan kekaisaran Rusia (dan membunuh semua lawan-lawannya) termasuk penindasan kaum beragama. Juga revolusi komunis di negara Cina. Sebenarnya bangsa Cina dipimpin Dr. Sun Yat Sen dengan ajaran nasionalismenya . Sun Yat Sen merombak kekuasaan kaisar menjadi negara demokrasi pada 1912. Cina, yang lebih terkenal sebagai Tiongkok Raya dikembangkan dengan asas San Min Chu I. Ketika Dr. Sun Yat Sen wafat, kepemimpinan nasional Cina dipimpin oleh Jenderal Chiang Kai Chek.
Chiang Kai Chek dengan partai nasional (Koumintang) dianggap korrup. Kaum oposisi yang terhimpun dalam partai Kouchantang (partai komunis Cina) dipimpin Mao Zedong, pada 1 Oktober 1949 berhasil menggerakkan revolusi rakyat dan mendirikan Republik Rakyat Cina (RRC). Chiang Kai Check bersama rakyat yang berjiwa nasionalis mengasingkan diri dan pemerintahannya ke pulau Formosa; yang kemudian menjadi negara Taiwan (perhatikan: partai nasionalis pelopor pembaruan bangsa dan negara Cina, dari kekaisaran menjadi republik Cina; namun direbut/kudeta oleh revolusi partai komunis Cina 1 Oktober 1949), menjadi Republik Rakyat Cina (RRC)
Bagi Karl Marx, semua manusia yang tidak menganut paham marxisme-komunisme-atheisme, adalah lawan (musuh) yang harus ditaklukkan/dikuasai, untuk dijadikan (penganut) komunisme. Demikianlah secara umum, berbagai bangsa dengan berbagai ajaran ideologi di dunia modern,  mereka bedakan dan pertentangkan antara : 
1.              Mereka yang menganut paham non-komunis (kaum feodalisme, kapitalisme, liberalisme, agamis) adalah lawan atau musuh yang harus ditaklukkan. Dalam praktek sosial politik, kaum komunis berhadapan dengan kaum kapitalis (seperti: kaum modal, ningrat, penguasa). Kaum komunis senantiasa membela (sebagai misi perjuangannya) kaum miskin (proletar, buruh, petani) dan rakyat yang ditindas oleh penguasa dan atau kaum kapitalis.
2.              Kaum komunis percaya manusia miskin akibat penindasan kaum kapitalis, termasuk kaum feodal dan kekuasaan lembaga keagamaan dalam sejarah Barat lembaga Gereja. Karena itulah, kaum komunis anti semuanya. Untuk mengikis kekuatan musuhnya itu, Karl Marx juga menyatakan: agama adalah candu bagi rakyat “Religion is the opium of the people . ....... That is why the founders of Marxism considered scientific and materialist propaganda  as the most powerful weapon in the  fight against religion!” (Marx  & Engels 1955: 9-10).
3.             Kaum buruh diperalat dan diperbudak oleh kaum modal (kapitalis) sehingga makin miskin dan tertindas. Karena itulah Marx mempropagandakan perlunya revolusi sosial untuk meruntuhkan kekuasaan. Polarisasi dunia modern berwujud perang dingin antara blok Timur (negara-negara komunis) berhadapan dengan blok Barat (negara-negara kapitalisme-liberalisme).
4.              Ajaran marxisme-komunisme-atheisme ditegakkan dan dikembangkan sebagai doktrin dan dogma yang dianut dengan keyakinan dan fanatisme oleh penganutnya.

2.3 CIRI-CIRI IDEOLOGI KOMUNIS
Adapun ciri-ciri ideologi komunis antara lain sebagai berikut :
1.   Ajaran komunisme adalah sifatnya yang ateis, tidak mengimani Allah. Orang komunis menganggap Tuhan tidak ada, kalau ia berpikir Tuhan tidak ada. Akan tetapi, kalau ia berpikir Tuhan ada, jadilah Tuhan ada. Maka, keberadaan Tuhan terserah kepada manusia.
2. Sifatnya yang kurang menghargai manusia sebagai individu. terbukti dari ajarannya yang tidak memperbolehkan ia menguasai alat-alat produksi.
3.      Komunisme mengajarkan teori perjuangan (pertentangan) kelas, misalnya proletariat melawan tuan tanah dan kapitalis.
4.  Salah satu doktrin komunis adalah the permanent atau continuous revolution (revolusi terus-menerus). Revolusi itu menjalar ke seluruh dunia. Maka, komunisme sering disebut go international.
5.   Komunisme memang memprogramkan tercapainya masyarakat yang makmur, masyarakat komunis tanpa kelas, semua orang sama. Namun, untuk menuju ke sana, ada fase diktator proletariat yang bertugas  membersihkan kelas-kelas lawan komunisme, khususnya tuan-tuan tanah yang bertentangan dengan demokrasi
6.   Perubahan atas sistem kapitalisme harus dicapai dengan cara-cara revolusi, dan pemerintah oleh diktator proletariat sangat diperlukann pada masa transisi.
7.    Pada masa transisi, dengan bantuan negara di bawah diktator proletariat, seluruh hak milik pribadi dihapuskan dan diambil alih serta selanjutnya berada di bawah kontrol negara.
8.      Dalam dunia politik, komunisme menganut sistem politik satu partai, yaitu partai komunis. Maka, ada Partai Komunis Uni Soviet, Partai Komunis Cina, PKI, dan Partai Komunis Vietnam, yang merupakan satu-satunya partai di negara bersangkutan. Jadi, di negara komunis tidak ada partai oposisi. Jadi, komunisme itu pada dasarnya tidak menghormati HAM.


2.4 PERBANDINGAN ANTARA KOMUNISME, PANCASILA DAN LIBERALISME
     Secara ringkas, Ir. Heru Santoso, M.Hum dalam bukunya Sari Pendidikan Pancasila menggambarkan pembandingan ideologi-ideologi tersebut sebagai berikut:

No
Komunisme
Pancasila
Liberalisme
1.
Atheis
Monotheisme
Sekuler
2.
HAM diabaikan
HAM dilindungi tanpa melupakan kewajiban asasi
HAM dijunjung secara mutlak
3.
Nasionalisme ditolak
Nasionalisme dijunjung tinggi
Nasionalisme diabaikan
4.
Keputusan ditangan pimpinan partai
Keputusan melalui musyawarah mufakat dan voting (pemungutan suara)
Keputusan melalui voting (pemungutan suara)
5.
Dominasi partai
Tidak ada dominasi
Dominsi mayoritas
6.
Tidak ada oposisi
Ada oposisi dengan alasan
Ada oposisi
7.
Tidak ada perbedaan
Ada perbedaan pendapat-pendapat
Ada perbedaan pendapat
8.
Kepentingan negara-negara
Kepentingan seluruh rakyat
Kepentingan mayoritas



2.5    KOMUNISME INTERNASIONAL
Komunis internasional sebagai teori ideologi mulai diterapkan setelah meletusnya Revolusi Bolshevik di Rusia tanggal 7 November 1917. Sejak saat itu komunisme diterapkan sebagai sebuah ideologi dan disebarluaskan ke negara lain. Pada tahun 2005 negara yang masih menganut paham komunis adalah Tiongkok, Vietnam, Korea Utara, Kuba dan Laos. Komunis internasional adalah teori yang disebutkan oleh Karl Marx.
Ideologi komunisme di Tiongkok agak lain daripada dengan Marxisme-Leninisme yang diadopsi bekas Uni Soviet. Mao Zedong menyatukan berbagai filsafat kuno dari Tiongkok dengan Marxisme yang kemudian ia sebut sebagai Maoisme. Perbedaan mendasar dari komunisme Tiongkok dengan komunisme di negara lainnya adalah bahwa komunisme di Tiongkok lebih mementingkan peran petani daripada buruh. Ini disebabkan karena kondisi Tiongkok yang khusus di mana buruh dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dari kapitalisme.
Indonesia pernah menjadi salah satu kekuatan besar komunisme dunia. Kelahiran PKI pada tahun 1920an adalah kelanjutan fase awal dominasi komunisme di negara tersebut, bahkan di Asia. Tokoh komunis nasional seperti Tan Malaka misalnya. Ia menjadi salah satu tokoh yang tak bisa dilupakan dalam perjuangan di berbagai negara seperti di Cina, Indonesia, Thailand, dan Filipina. Bukan seperti Vietnam yang mana perebutan kekuatan komunisme menjadi perang yang luar biasa. Di Indonesia perubuhan komunisme juga terjadi dengan insiden berdarah dan dilanjutkan dengan pembantaian yang banyak menimbulkan korban jiwa. Dan tidak berakhir disana, para tersangka pengikut komunisme juga diganjar eks-tapol oleh pemerintahan Orde Baru dan mendapatkan pembatasan dalam melakukan ikhtiar hidup mereka.

2.6    MASUKNYA KOMUNISME KE INDONESIA
Paham komunis masuk ke Indonesia oleh HFJ Sneevliet (1883-1942) tahun 1913. Sebagaimana di negeri-negeri lain, yang tertarik pada faham komunis umumnya adalah kaum jelata karena memang faham ini konon untuk membela kaum jelata dan menjadikan kaum elit sebagai musuh. Adapun basis pendukungnya adalah buruh dan tani. Di Indonesia, jelas faham komunis mendapat lahan yang subur. Tatanan kolonial menjadikan bangsa Indonesia sengsara di negeri sendiri, selain miskin juga tertindas. Sneevliet membentuk organisasi bernama ISDV (Indische Sociaal Democratische Vereeniging) tahun 1914.
Atas prakarsa Sneevliet pada tahun 1914 didirikan Persatuan Sosial Demokrat Indonesia (ISDV), yang pada awalnya terdiri dari 85 anggota dua partai sosialis Belanda (Partai Buruh Sosial Demokrat yang berbasis massa di bawah kepemimpinan reformis, dan Partai Sosial Demokrat yang merupakan cikal bakal Partai Komunis, terbentuk setelah perpecahan politik dengan SDAP di tahun 1909)
Sejak mulanya tendensi revolusioner mengendalikan ISDV, sikapnya militan terhadap isu-isu lokal (misalnya, kampanye mendukung seorang jurnalis Indonesia yang diadili karena melanggar hukum pengendalian pers, dan juga mengadakan rapat umum menentang persiapan perang yang dilakukan oleh pemerintah Belanda) dan selain itu ISDV juga melibatkan diri dalam pergerakan nasional. Pada tahap itu orang Eropa anggota ISDV Belanda boleh masuk Insulinde sebagai anggota individual. Pimpinan Insulinde dan Sarekat Islam bersifat kelas menengah, tetapi senang dan bersyukur menerima bantuan dari ISDV, dan hanya kaum sosialis siap membantu pada saat itu.
Namun demikian, tak terelakkan konflik mulai timbul antara kepemimpinan ISDV dan Insulinde, dan juga di dalam ISDV sendiri. ISDV menegaskan bahwa pejuangan melawan penjajahan Belanda harus didukung kaum sosialis, dan menyatakan bahwa hal ini mencakup perjuangan melawan sistem kaptialis. Pimpinan kelas menegah Insulinde (seperti para pemimpin SI kemudian) secara naluriah menolak dengan keras pikiran itu, dan mengedepankan “teori dua tahapan”. Dalam ISDV sendiri aliran refomis meninggalkan partai itu di tahun 1916 dan mendirikan Partai Sosial Demokrat Indonesia (ISDP), yang dalam waktu singkat langsung dekat dengan pemimpin kelas menengah nasionalis. Di sisi lain, ISDV makin digemari dan dihormati kaum militan Indonesia karena berani dan berprinsip dalam hal politik lokal. Walaupun diserang para pemimpin nasionalis karena banyak yang berketurunan Belanda, hal ini tidak merupakan rintangan dalam perjuangan membangun organisasi revolusioner, dan merebut dukungan massal.
Banyak masalah sulit yang dihadapi oleh ISDV di periode awal bangkitnya gerakan politik massa ini. Pada 1915-18 penguasa Belanda menanggapi gerakan massa yang tumbuh dengan mendirikan semacam “Volksraad” yang bertujuan membendung militansi massa. ISDV – berlawanan dengan pimpinan nasionalis dan ISDP – pada mulanya memboikot badan ini, tetapi kemudian membatalkan keputusan itu ketika mulai jelas bahwa Volksraad itu dapat dimanfaatkan sebagai medan propaganda revolusioner.
Sneevliet juga memegang peran penting dalam Serikat Staf Kereta Api dan Trem (VSTP), pada saat itu kecil saja, dan sebagian besar anggotanya berkulit putih. Sneevliet mengarahkan VSTP kepada bagian besar buruh yang pribumi, dan pada saat bersamaan berusaha menguatkan struktur organisasinya dengan menegaskan pentingnya pengurusan cabang cabang yang baik, juga konperensi tahunan, penarikan sumbangan anggota, dsb. Dalam jangka waktu singkat anggota serikat ini menjadi dua kali lipat, dan sebagian besar pribumi. Kesuksesan VSTP meraih hormat bagi gerakan sosialis, dan memungkinkan Sneevliet merekrut para aktivis buruh ke dalam ISDV. Yang terpenting di antaranya adalah Semaun, seorang pemuda buruh perusahaan kereta api yang pada tahun 1916 (saat berusia 17 tahun), menjadi kepala Serikat Islam di Semarang, dan di kemudian hari menjadi tokoh penting dalam PKI.
Liberalisme Belanda tidak mendorong perjuangan buruh. Pemogokan dibalas dengan PHK massal, pembuangan para aktivis ke pulau-pulau terpencil, dan tindakan apa saja yang perlu untuk menghancurkan gerakan buruh. Dalam periode itu jarang sekali pemogokan buruh menemui kesuksesan, dan tidak mungkin berhasil memengaruhi perjuangan luas. Dilawan oleh majikan yang kuat, terbatas kemungkinan memajukan kondisi kaum buruh lewat perundingan.
Meskipun demikian gerakan serikat buruh bertahan dan berkembang. Kenyataan ini hanya bisa diterangkan dengan kekuatan dan daya tahan kaum buruh, dengan tumbuhnya jumlah dan pengalaman kaum buruh, dan di pihak lain, diterangkan oleh kenyataan bahwa perjuangan serikat buruh] tidak dapat dipisahkan dari perjuangan yang lebih luas yang dilakukan oleh rakyat Indonesia dalam melawan penindasan dan penghisapan pemerintah Belanda.
Sebagian besar kaum petani tetap mengikuti adat dan agama, kelihatannya pasif kalau ditindas, petani pada waktu itu pandangannya terbatas oleh kepentingan dan masalah kehidupan desa, tidak dapat diharapkan menunjang program sosialis dengan pemikiran yang termaju. Kaum petani hanya bisa memihak segi program sosialis yang merefleksikan kepentingan kaum tani sendiri, dan memihak perjuangan militan yang membantu tuntutan itu. Namun dukungan seperti itu juga biasanya sporadis, ekspolsif, dan tidak lengkap, selaras dengan karakter kaum tani sendiri – yaitu suatu kelas yang heterogen, produsen kecil yang terisolir, dan yang menurut kepentingan sendiri. Oleh karena itu kaum petani mungkin memihak kaum buruh, tetapi juga mungkin memihak demagogi kaum nasionalis, mistik agama atau aliran lain yang menawarkan pemecahan segera bagi persoalan kongkrit yang mereka hadapi.
Dalam pengertian perspektif dan teoris, di satu sisi, sebagai organisasi kader ISDV amat lemah. Pengusiran Sneevliet dari Indonesia pada tahun 1918 meninggalkan jurang tak terjembatani di pucuk pimpinan organisasi itu. Tidak ada pemimpin, baik keturunan Belanda maupun pribumi, walaupun trampil sebagai pejuang revolusioner, memiliki pengalaman dan pemandangan marxis yang cukup luas untuk mengemudikan partai secara tepat saat menghadapi tikungan yang tajam dan mendadak.
Potensi revolusioner ISDV yang gemilang pada era itu ditunjukkan tahun 1917-1918, saat partai itu segera mendukung Revolusi Rusia dan dengan cepat menarik implikasi revolusi itu bagi revolusi di negara Eropa dan Indonesia sendiri. Belajar dari pengalaman Rusia, ISDV mulai mengorganisir serdadu dan pelaut di Indonesia, dan dengan usaha itu berhasil menarik pengikut sekitar 3,000 orang di angkatan bersenjata Belanda.
Pada akhir tahun 1918, saat Belanda di ambang revolusi, pemerintah kolonial bingung karena kelihatannya mungkin ada perebutan kekuasaan revolusioner di Belanda, dan mungkin sesudahnya di Indonesia juga. Pada saat itu sosial demokrat Belanda kehilangan keberaniannya. Pemerintah kolonial menjanjikan berberapa perbaikan situasi, dan situasi revolusioner reda.
Situasi di Indonesia pada tahun 1918-1919 penuh gejolak, karena kisis ekonomi menghantam para pekerja dan timbulkan perlawanan dengan kekerasan di kalangan kaum tani. Kejadian ini melatarbelakangi pertumbuhan ISDV/PKI secara massal, dan juga menyebabkan reaksi dari segi pemerintah.

2.7    PERKEMBANGAN PARTAI KOMUNIS DI INDONESIA
A.    Masuknya Komunisme Di Sumatera Barat
Dalam situasi Sumatera Barat yang pehuh pertentangan, Haji Datuk Batuah  membawa dan, menyebarkan paham komunis diaerah tersebut. Pada tahun 1923 ia menanamkan ajaran komunis di kalangan pelajar-pelajar dan guru-guru muda Sumatera Thawalib Padang Panjang. Sumatera Thawalib adalah suatu lembaga pendidikan yang  dimiliki oleh kalangan pembaharu Islam di Sumatera Barat, dimana haji Batuah  merupakan salah seorang pengajarnya.
Berawal dari Sumatera Thawalib Padang Panjang, paham komunis akhirnya  menyebar ke berbagai daerah Sumatera Barat dibawa oleh para lulusan sekolah tersebut  ke daerah asalnya. Penyebaran ini terutama dilakukan di kalangan petani. Oleh masyarakat setempat ajaran komunis ini disebut “ilmu kominih” (Schrieke, 1960: 155).  Ilmu ini menggabungkan ajaran Islam dengan ide anti penjajahan Belanda, anti  imperialisme-anti kapitalisme dan ajaran Marxis.
Pada akhir tahun 1923 Datuk Batuah, bersama-sama dengan Nazar Zaenuddin  mendirikan pusat Komunikasi Islam di Padang panjang. Dalam waktu yang hampir  bersamaan Datuk Batuah menerbitkan harian “Pemandangan Islam” dan dan Nazar  Zaenuddin menerbitkan “Djago-Djago”. Lembaga Pusat Komunikasi Islam dan kedua  harian tersebut digunakan sebagai media penyiaran paham komunis.

B.     Usaha-Usaha Perluasan
Pada pagi 11 Nopember 1923 Datuk Batuah dan Nazar Zaenuddin ditangkap pemerintah kolonial Belanda. Segera setelah itu pusat propaganda komunis berpindah ke Padang ( Schreike, 1960: 60).  Pucuk kepemimpinan PKI Sumatera Barat kemudian di ambil alih oleh Sutan Said  Ali. Pada waktu itu kegiatan orang-orang komunis di seluruh nusantara menunjukkan  peningkatan yang pesat. Hal ini karena pada akhir tahun 1923 Darsono, seorang tokoh,  komunis kembali di Hindia Belanda dari Moskow atas perintah komintern untuk  mendampingi Semaun, Alimin dan Muso.  Suatu hal yang menyebabkan pesatnya perkembangan komunis di Sumatera Barat  adalah dileburnya Sarekat Rakyat Sumatera Barat ke dalam PKI. Sarekat Rakyat ini  semula bernama Sarekat Islam Merah, suatu organisasi pecahan Sarekat Islam yang  berorientesi kepada paham komunis, dimana di Sumetera Barat mempunyai anggota yang  cukup banyak (Kahin, 1952: 70).
Dengan dileburnya Sarekat Rakyat ke dalam PKI, maka jumlah anggota inti PKI Sumatera Barat meningkat berlipat ganda. Jika pada tanggal 1 Juni 1924 semua anggota  inti PKI Sumatera Barat tercatat hanya berjumlah 158 Orang, maka pada tanggal 31  Desember 1924 telah menjadi 600 orang, tiga bulan kemudian menjadi 884 orang.  Daerah-daearah yang tercatat sebagai basis PKI adalah: Kota Lawas, pariaman, Sawah  Lunto, Tikalah, padang dan Silungkang.
C.    Resolusi Prambanan 1925
Mulai tahun 1925 tampaknya PKI telah jatuh ke tangan orang-orang yang  berdarah panas. PKI mulai menghubungkan diri dengan orang-orang yang dipandang  rendeh dalam masyarakat dan kumpulan teroris yang selalu dijumpai di pinggiran  masyarakat Indonesia waktu itu (Arnold C. Bracham, 1970 : 22).
Sementara itu Hoskow memproses arah yang ditempuh oleh PKI, tetapi tidak  berhasil (Ruth T.McVey,1965 : 158). Bahkan pada bulan Juni 1925, Alimin secara  terbuka menganjurkan suatu revolusi. Semenjak itu rupanya pengawasan partai berada di tangan komunis sayap kiri.
Sejalan dengan itu, pada bulan Desember 1925 di prambanan, Yogyakarta  diadakan pertemuan partai yang dipimpin oleh Alimin. Pretemuan ini dihadiri oleh tokoh-  tokoh PKI, diantaranya Budi Sucipto, Aliarcham, Sugono, Surat Hardjo, Martojo, jatim, Sukirno, Suwarno, Kusno dan lain-lainnya. Sedang Said Ali, pemimpin PKI cabang  Sumatera Barat pada pertemuan ini hadir mewakili seluruh Sumatera ( H. J. Benda, dan Ruth T.MaVey, 1960: 115) Adapun hasil pokok dari pertemuan ini adalah bahwa PKI akan mengadakan  pemberontakan pada bulan Juli 1926, dengan terlebih dulu diawali dengan aksi-aksi  pemogokan yang akan diorganisir PKI.
Adapun hasil pokok dari pertemuan ini adalah bahwa PKI akan mengadakan pemberontakan pada bulan Juli 1926, dengan terlebih dulu diawali dengan aksi-aksi  pemogokan yang akan diorganisir PKI.  Sehubungan dengan keputusan Prambanan tersebut pemimpin-pemimpin PKI Sumatera Barat menempuh langkah-langkah guna mempersiapkan pemberontakan, yang  meliputi :
a.       Sejalan dangan Surat Edaran Komite Pusat PKI No.221 maka PKI cabang Sumatera Barat berusaha mengumpulkan senjata. Surat Edaran tersebut berisi perintah kepada  cabang Padang supaya mengumpulkan uang derma yang dimaksudkan untuk membeli  persenjataan yang akan digunakan untuk melakukan aksi pemberontakan.
b.      Mengadakan aksi-aksi ilegal. Ini terutama dilakukan dalam bentuk membangun sel-sel PKI di derah-daerah pertanian dalam rangka memperkuat semangat perlawanan. Dalam perkembangannya, organisasi-organisasi ilegal ini mempunyai pengaruh cukup basar di Sumatera Barat, terutama Sarekat Jin yang bergerak di Padang dan  Pariaman (Ruth T.Mc Vey, 1965: 194 ).
c.       Memperkuat propaganda di kalangan buruh-buruh tani yang bekerja di perkebunan-perkebunan.Tetapi gelagat akan terjadinya pemberontakan di Sumatera Barat, terlebih dulu tercium Pemerintah kolonial Belanda. Oleh karena itu, pemerintah kolonial Belanda  segera bertindak melakukan penangkapan-penangkapan terhadap pemimpin-pemimpin  PKI Sumatera Barat. Berturut-turut Said Ali, Idrus, Sarun, Yusup Gelar Radjo Kacik,  Datuk Bagindo Ratu dan Haji Baharuddin pada akhir tahun 1926, kemudian ditangkap  dan dijebloskan ke penjara dengan tuduhan hendak memberontak (Abdul Muluk Nasution, 1981: 91).


2.8    KOMUNISME VS PANCASILA
       Ciri-ciri ideologi Pancasila sangat bertentangan dengan ciri-ciri ideologi komunisme. Jadi, pancasila dan komunisme tidak mungkin dipersekutukan. Itu ibaratnya minyak dan air. Atau kucing dan anjing, yang tidak mungkin ditaruh dalam satu sangkar, karena pasti bertarung.
       Namun, andaikata pemerintah akan memperbolehkan adanya “komunisme di Indonesia dengan mencabut Tap XXV/MPRS/1966, itu hanya sampai taraf hidup berdampingan di atas landasan dasar filsafat dan ideologi pancasila.
       Paham komunis untuk pertama kali diperkenalkan oleh seorang Belanda bernama Sneevliet dan mendirikan Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV) yang pada tahun 1920 diubah menjadi Partai Komunisme Indonesia (PKI) yang diketuai oleh Semaun dan Darsono. Untuk mendapatkan anggota dilakukan dengan cara infiltrasi (menyusup) ke dalam partai lain. Pengalaman sejarah menunjukkan, PKI pernah mengalami dan menerima Pancasila sebagai dasar filsafat dan ideologi negara, kemudian berkhianat. Pemerintah, pada tahun 1960-1965 meminta PKI agar memasukan Pancasila ke dalam anggaran dasarnya. Karena itu, keberadaannya diakui. Bung Karno percaya, PKI mau menerima Pancasila secara lahir batin. Sehingga ia  berani mengajarkan prinsip persatuan Naskom. Peristiwa G30S/PKI mengesankan PKI menipu presiden, para pembesar RI, dan rakyat yang bukan komunis.

2.9    APAKAH KOMUNISME SUDAH HILANG ATAU MATI?
Banyak orang yang mengira komunisme 'mati' dengan bubarnya Uni Soviet di tahun 1991, yang diawali dengan keputusan Presiden Mikhail Gorbachev. Namun komunisme yang murni belum pernah terwujud dan tak akan terwujud selama revolusi lahir dalam bentuk sosialisme (Uni Soviet dan negara-negara komunis lainnya). Dan walaupun komunis sosialis hampir punah, partai komunis tetap ada di seluruh dunia dan tetap aktif memperjuangkan hak-hak buruh, pelajar dan anti-imperialisme. Komunisme secara politis dan ekonomi telah dilakukan dalam berbagai komunitas, seperti Kepulauan Solentiname di Nikaragua.
Seperti yang digambarkan Anthony Giddens, komunisme dan sosialisme sebenarnya belum mati. Ia akan menjadi hantu yang ingin melenyapkan kapitalisme selamanya. Saat ini di banyak negara, komunisme berubah menjadi bentuk yang baru. Baik itu Kiri Baru ataupun komunisme khas seperti di Kuba dan Vietnam. Di negara-negara lain, komunisme masih ada di dalam masyarakat, namun kebanyakan dari mereka membentuk oposisi terhadap pemerintah yang berkuasa.

3.1 KESIMPULAN
Komunisme adalah sebuah ideologi. Penganut paham ini berasal dari Manifest der Kommunistischen yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels, sebuah manifesto politik yang pertama kali diterbitkan pada 21 Februari 1848 teori mengenai komunis sebuah analisis pendekatan kepada perjuangan kelas (sejarah dan masa kini) dan ekonomi kesejahteraan yang kemudian pernah menjadi salah satu gerakan yang paling berpengaruh dalam dunia politik.
Komunisme pada awal kelahiran adalah sebuah koreksi terhadap paham kapitalisme di awal abad ke-19, dalam suasana yang menganggap bahwa kaum buruh dan pekerja tani hanyalah bagian dari produksi dan yang lebih mementingkan kesejahteraan ekonomi. Pancasila dianggap sebagai sebuah ideologi karena Pancasila memiliki nilai-nilai filsafat mendasar juga rasional. Pancasila telah teruji kokoh dan kuat sebagai sebuah landasan dalam mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu juga, Pancasila merupakan wujud dari konsensus nasional, itu semua karena negara bangsa Indonesia ini adalah sebuah sketsa negara moderen yang telah disepakati oleh para pendiri negara Republik Indonesia kemudian nilai-nilai dari kandungan Pancasila itu sendiri dilestarikan dari generasi ke generasi.
Ideologi pancasila sendiri adalah suatu pemikiran yang beracuan Pancasila. Pancasila dijadikan ideologi dikerenakan, Pancasila memiliki nilai-nilai falsafah mendasar dan rasional.
Komunis lahir saat kondisi di Hindis Belanda (Indonesia) sedang mangalami ketertindasan akibat sistem yang diterapkan oleh Belanda. Belanda mencerminkan praktek Kapitalisme dan Feodalisme yang menindas kaum kecil seperti buruh dan petani
       Pada awalnya Komunis hendak menghancurkan belanda dan islam, tetapi melihat begitu besarnya rakyat yang beragama islam yang itu bisa dimanfaatkan sebagai massa pro komunis, akhirnya mereka juga menerapkan ide yang awalnya ditentang oleh mereka.
Di awal–awal lahirnya, massa yang dibidik adalah buruh, tetapi seiring dengan berjalannya waktu mereka juga melihat bahwa petani bisa dijadikan basis massa yang lebih solid dari pada buruh, akhirnya mereka pun mengalihkan perhatiannya kepada kaum petani dan juga masyarakat islam. Faktor yang turut berpengaruh terhadap besarnya organisasi ini adalah apa yang mereka tawarkan kepada petani, buruh serta kamuflase nilai komunis yang disamakan dengan nilai islam. Hal ini karena kondisi saat itu benar – benar kondisi yang berat dan menekan kaum kecil seperti buruh dan petani. Dengan propaganda mereka yang dianggap pro rakyat kecil, mereka pun mendapatkan simpati yang cukup besar.

3.2 SARAN
Praktek komunisme harus disesuaikan dengan keadaan di Indonesia, jangan dibiasakan menjiplak begitu saja pengaruh dari luar. Tan Malaka misalnya tidak setuju dengan faham atheis, doktrin “agama adalah candu” tidak masuk akal baginya.
Kaum petani menderita akibat penjajahan Belanda dalam banyak segi, yang pertama dan paling berat adalah mereka menderita akibat diterapkannya bentuk perpajakan. Ironisnya, beban pajak menjadi lebih berat pada zaman diterapkannya kebijakan “etis” (liberal), yang diadopsi oleh administrasi kolonial pada pergantian abad ke-20, ketika dibangun infrastruktur yang dibiayi pajak.
Negara ada untuk membantu manusia mewujudkan tujuan dan cita-citanya. Penyelenggaraan negara harus membawa manfaat bagi manusia. Tugas manusia adalah bertanggungjawab rasa kepentingan bersama warganya. Negara harus melindungi hak-hak warganya dan menetapkan kewajiban-kewajibannya sebagai warga negara. Ia juga harus menciptakan kehidupan bersama yang dilandasi oleh semangat cinta kasih, keadilan, dan perdamaian. Warga negara mempunyai hak dan kewajiban, antara hak dan kewajiban harus berjalan seimbang. Misalnya, kewajiban membela negara dari segala ancaman dan gangguan baik dari dalam maupun luar negeri.
Paham komunis seharusnya bukan hanya mengoposisikan masyarakat kalangan kebawah, seperti halnya buruh, petani dan lain sebagainya. Di negara lain, adapun paham komunismenya dalah bukan hanya dioposisikan untuk kalangan miskin. Namun, juga dioposisikan untuk kalangan penguasa.
Sebagaimana penerus bangsa hendaknya kita lebih  menjaga dan mencintai negara kita. Ada pun beberapa hal yang dapat kita lakukan  untuk menunjukkan hal tersebut misalnya meningkatkan kebangaan dan rasa memiliki bangsa Indonesia dalam diri setiap warga negara, membangun saling pengertian dan pengahargaan antarsesama warga yang memiliki latar belakang kepentingan yang berbeda dan etnik yang berbeda, para pemimpin negara sebaiknya menjalankan roda pemerintahan secara efektif dan efisien, dan memperkuat unsur-unsur yang menjadi alat pertahanan negara, seperti TNI.


DAFTAR PUSTAKA

Budiardjo,Miriam.Dasar-Dasar Ilmu Politik.Jakarta.2008

Posting Komentar